Sunday, March 9, 2014

Katakan A saat meminta Z

Gampang sekali membodohi manusia ini. Katakan A dan dia akan berada di Z. Katakan 0 adalah benar, maka dia akan gigih membela angka 1. Katakan pergi maka dia akan tinggal.

Rasanya sekarang saya paham perasan seorang teman beberapa tahun lalu. Sahabat yang mencintai saya dalam diam-nya selama beberapa tahun lamanya. Saat itu saya murka dan merasa dikhianati.  Padahal saya paham bahwa cinta tidak bisa dipaksa. Dia datang sekonyong-konyong dan tanpa peringatan. Cinta  tidak peduli apakah sama atau berbeda. Dia tiba begitu saja. Dan saya merasa sangat tersakiti padahal sejatinya saya baik-baik saja.

Sekarang saya tercenung, apa yang kelak dikatakan si 'dia' ini saat dia mengetahui bahwa sahabatnya mencintai dia seperti ini. Bahwa sahabatnya begitu ingin mengecup bibir-nya..

Dan begitulah saya malam ini..

Saya memintanya pergi tanpa berharap dia beranjak. Maafkan saya. Saya hanya terlalu lemah menghadapi hati sendiri. Saya terlalu culas memamfaatkan sisi lemahnya itu.

Dan sekarang, saya menang. Saya menang karena saya leluasa memandangmu dalam gelap, saat kita berkeras tidak mau meninggalkan ruangan ini. Atau tepatnya, karena ego-nya tidak mengijinkan dia dikalahkan oleh 'perintah' saya.

Untuk kamu yang berada 3 langkah dari saya. Saya merindukanmu..


No comments:

Post a Comment